PART VII .
Lebih jauh lagi , aku . . . Kemarin yang lalu aku bahagia , bahagia sekali . . . Hingga akhirnya aku tersadar tidak semestinya aku begini , meninggalkan tepian yang selalu baik kepadaku , yang selalu memberikanku kebahagiaan dan ketenangan hingga aku ingin hidup selamanya . Tetapi tidak untuk hari ini . . . Aku rasa aku lebih mendapatkannya , iyah ! . Semuanya akan aku mulai dari hari ini .
" Tut . . Tut . . Tut " . Ayah membunyikan telaksonnya kepada kumbang yang bekerja keras mengayun sepedanya . Aku membuka kaca jendela mobil depan . . . Aku tersenyum dan ayah tersenyum juga .
" Hai kumbang . . . Bagaimana kabarmu pagi ini ? " . Kumbang hanya diam kebingungan , mungkin heran dengan sikapku pagi ini . Kumbang melirik ayah , aku menoleh ke arah ayah . . . Ayah tersenyum dan mengangguk , kumbang mengerti dan dia pun tersenyum sedikit kaku aku lihat .
" Ada apa ? Sekali lagi aku bertanya bagaimana kabarmu pagi ini ? " . Aku tersenyum kembali dan dia pun ikut tersenyum . . . Dia masih mengayunkan sepedanya , sedangkan aku dan ayah mengendarai mobil dengan pelan mengimbangi gerakan laju sepedanya .
" Ehhh . . . Pagiku baik " . Dia menutupi rasa bingungnya . . Nafasnya terengah_engah karena cukup cepat dia mengayunkan sepedanya .
" Aku tunggu kamu didermaga . . . Bersama senja , aku tunggu kamu " . Aku menutup kacanya . . . Ayah membunyikan telaksonnya lagi , kumbang mengangguk dan ayah mengerti . . . Kita meninggalkan kumbang jauh dibelakang , aku melihat kumbang cukup lelah memang terlihat . . . Tapi aku tidak tahu ada senyuman yang terebentuk diwajahnya disana . . . Klasik , semakin menarik dan aku lihat ada semangat dibenak matanya .
Aku duduk diujung dermaga menghadap langit senja yang sudah datang saat ini dan kumbang duduk disampingku . . . Semua masih sama senja menyapaku dengan hangatnya .
" Sudah berapa lama aku tidak kesini ? . . . Semua masih sama hangat menyapaku , senja memang baik " . Aku menghela nafas . . . Semua memang tampak seperti dulu , tapi rasaku sekarang lebih dari yang dulu .
" Boleh aku jawab . . ? " . Kumbang memulai suasananya menjadi lebih hangat , lebih hangat dan lebih hangat lagi . . . Aku mengangguk .
" Tidak . . Tidak akan aku jawab , aku hanya ingin bertanya kepadamu , boleh ? " . Kumbang tersenyum melirikku . . . Dan aku pun lagi_lagi hanya mengangguk menahan senyum .
" Kamu masih suka senja kan ? " . Pertanyaan itu lagi . . . Sampai mau kapan dia tanyakan itu terus . Aku hanya menahan senyum , mengalihkan pandanganku ke arah langit senja yang lebih dekat , lebih dekat dan lebih dekat . Aku masih diam belum menjawab , kumbang menunggu jawabanku . . . Entah apa yang akan aku jawab , yang jelas hari ini aku bahagia .
" Entahlah . . . Tapi aku rindu saat_saat seperti ini " . Aku tersenyum menatapnya .
" Benarkah ? " . Dia riang penuh harap . . . Aku hanya mengangguk , dan dia mengerti .
" Aku sangat bahagia . . . Jika kau ingin tahu ! " . Aku mengucapkannya . . . Aku bahagia ! . Dia tersenyum aku pun ikut tersenyum .
" Jadi , mulai hari ini . . . Kau dan aku , kita seperti dulu lagi " . Dia menunjukan jari kelingkingnya . Aku hanya diam melihat hal itu . . . Aku mengangguk dan menyambutnya .
" Seperti dulu lagi ! " . Aku mengaitkan jari kelingkingku dengan jarinya , kita saling menatap . . . Ada harapan tersembunyi dibalik sinar matanya , aku tahu apa artinya itu . . . Dan aku segera melepasnya .
Senja . . . Tidak seperti senja yang aku lihat kemarin , tidak saling terhubung . . . Saling berlari lalu memudar entah kemana yang lainnya pergi , namun senja kali ini . . . Kembali seperti dulu , menyatu menjadi satu , indah , hangat , damai , manis dan tenang . . . Iyah aku sangat bahagia ! . Kita berdua saling memandang jauh penuh arti kedalam sebuah harapan , entah kemana kita saling pergi merasuk sudut jiwa . . . Jauh ! . Saat ini aku menginginkan yang lebih pada dirinya . . . Aku tidak tahu dia merasakan atau tidak . Yang jelas aku merasakan kehangatan yang lebih dari sebuah angan_angan , dia disini memelukku lebih dalam . . . . Setelah tidak lama aku rasakan sentuhan hangat , lembut dan manis dari bibirnya , mendekap lebih lama , lama . . . Hingga aku mengerti apa yang aku rasakan . . . Sebuah kenyamanan yang sekarang aku tahu arti yang sesungguhnya . . . Aku tidak ingin dia pergi , disini berada disini bersamaku ! .
Dia melepaskan pelukannya . . . Cukup lama dia memelukku , senja pun sudah hilang tenggelam dalam malam , angin menerpa wajahku . . . Lembut dan dingin . Kumbang menatapku , aku mengerti . . Dia mengecup dahiku pelan dan lembut . " Aku sayang kamu senja , maukah kamu menjadi sisiku , berada disini disampingku . . . Mulai sekarang dan seterusnya , aku telah menemukanmu disini sayang " . Air mataku jatuh ke bawah . . . Inikah rasanya dicintai , disayangi kenapa begitu membuatku lemah ?. Aku tidak tahu harus menjawab apa . . . Aku hanya mengangguk dan tidak mampu aku katakan . . . Aku sayang dia aku sayang dia , aku ingin dia disini bersamaku , disini disisiku dan jangan pernah pergi lagi dari sini ! . Bisikku dalam hati . Dia mengusap air mataku . . . Menggenggam erat tanganku .
" Ayo kita pulang , sudah malam " . Aku mengangguk . . . Kita melangkah berdua , seirama , satu , bergandengan erat merekat .
Kita pergi meninggalkan senja yang sudah tenggelam . . . Tidak berharap banyak kepada senja kali ini , aku hanya ingin semua ini tidak akan pernah berubah , tetap seperti ini , indah , hangat dan manis .
Mimpi . . . Semua ini telah datang , melangkah mendekatiku . . . Aku tahu ini jalan ceritanya dan aku tersadar jika setiap alur detiknya begitu berarti bagiku , semua ini takkan pernah aku lepas , aku genggam erat , selalu dalam pandanganku dan takkan aku biarkan semua ini terjatuh lagi tanpa arti seperti dulu .
Kumbang menarik_narik tanganku , berlari_lari . . . Aku tidak tahu apa yang akan diperbuat kumbang hari ini . . . Yang jelas aku lihat dia tampak bahagia sekali . Hari ini aku menjadi gadis ceria , anggun dan lebih dari indah . . . kata kumbang tadi pagi ! . Aku mengikat rambutku setengah . . . Banyak senyum yang aku ciptakan hari ini . . . Bahagia ! . Kita berdua berada ditengah lapangan , dengan kumbang yang menggandeng tanganku erat , tangan kanannya memegang toa yang membantu suaranya menjadi keras ketika berbicara .
" Semuanya kumpul , kumpul ke tengah lapangan . . . Ada pemberitahuan besar . . . Kumpul , kumpul , kumpul ! " . Kumbang berteriak . . . Aku yang tidak tahu harus berbuat apa , hanya berusaha mencegah kumbang .
" Kumbang , kumbang apa yang kamu lakukan . . . Sudah jangan bikin malu . . . Kumbang " . Dia tidak peduli . . . Dia masih tetap berteriak mengumpulkan anak_anak .
" Ayo semua kumpul ada pemberitahuan besar . . . " . Dia semakin keras dan menjadi_jadi .
" Kumbang sudah ! " . Dia tidak peduli masih tetap sama berteriak . . . . Yang membuat seluruh anak_anak terutama para perempuan kumpul berlarian menuju ke posisi kami berdua .
Aku dan kumbang berada ditengah_tengah kerumunan anak_anak . . . Tiada yang menghentikan perbuatan kumbang , para guru pun ikut berkerumun penasaran . Semua orang_orang kebingunan , penasaran dan saling menanyakan . Aku pun bingung , malu , takut entah apa yang aku rasa . . . Kumbang erat memegang tanganku , sedikit sakit . . . Tapi aku mencoba tetap menahan . Tapi aku lihat . . . Kumbang dia masih tetap sama , tidak ada rasa takut diwajahnya , tegar , tegas dan semangat . Dia diam . . Menurunkan toa dari mulutnya , dia tersenyum entah apa yang akan dia lakukan . . . Semua orang diam , menunggu dan juga aku , anganku disini . . Menunggunya untuk melakukan hal berikutnya .
Toanya dia angkat kembali . . . Dan aku lihat dia akan memulai semuanya .
" Perhatian semuanya ! Perkenalkan dia perempuan yang ada disampingku . . . . Senja ! " . Dia melirik ke arahku dan tersenyum . . . Aku menyambutnya dia mengerti .
" Mulai sekarang dan seterusnya dia adalah sisiku , dia tidak gila seperti yang kalian pikirkan . . . Lihatlah dia . . Senja ! Dia indah lebih dari indah dan aku menyayanginya . . . ! " . Aku hampir meneteskan air mataku . . . Aku tidak gila ! . Dia mengatakan itu . . . Aku tahan air mataku , hingga terasa sakit ku tahan didalam tenggorokan .
Dia menghentikan sandiwaranya . . . Semua orang juga ikut terdiam , dia melepaskan toannya ke bawah . . . Tanganku masih dipeganginya . . . Dia berdiri menatapi ribuan pasang mata yang keheranan dibuatnya . . . Aku akui dia hebat , jika aku mempunyai banyak ribuan jempol , aku akan mengasihkan semua kepada dia sekarang . . Hanya ada satu rasa yang aku rasakan sekarang . . . Bahagia .
Semua orang bersorak bergemburu . . . . . Setelah yang dia lakukan . . . Mencium pipi kananku dan menarikku keluar dari kerumunan .
Apa yang telah dia lakukan sekarang . . . Seperti senja , terang_terangan mengakui keindahannya , kebahagiaanya , ketawanya , keriangannya bahkan tangisannya . Tanpa harus malu dia menuangkannya kepada siapa . . . Aku ingin berterimakasih kepada senja , terimakasih atas semua yang ada dihidupku . . . Aku melupakan luka itu karena senja , aku mengingatnya karena senja , bahkan dia . . . Kumbang , ada pun karena senja . . . Senja , aku mencintainya , menyayanginya , cinta ini benar , rasa ini benar dan hati ini benar . . Jadikan dia sisiku selamanya . . . Jangan biarkan luka tanpa arti membunuhku lagi perlahan . . . Aku bahagia sekarang . . . Terimakasih senja ! .
Senin, 01 Februari 2016
Senja
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar