Minggu, 10 Januari 2016

Senja

PART V .
Senja . . . Jika aku melihatnya lagi aku ingin mengatakan banyak hal kepadanya . Pertama tentang ayah , dia lah laki_laki yang memperkenalkanku kepada senja .
Kedua tentang kebahagian yang selalu aku dapatkan disini . Ketiga tentang kumbang yang mengajarkanku tentang arti sebuah rasa yang lebih dari indah dan keempat tentang ibu , aku membencinya . Aku terbangun dari tidurku , aku melihat sekeliling . . . Bukan dirumah ! Ada perban diatas punggung tanganku ,  jarum infus menusuk disana tidak terasa memang tapi gerakanku menjadi terbatas . Aku baru sadar apa yang telah terjadi kepadaku . . . Aku tergeletak lemas dikamarku dan ayah membawaku ke rumah sakit ini . Cukup luas ruangannya . . . Ada bunga mainan berwarna biru cerah  yang tertata rapi diatas lemari kecil dekat keranjangku sebelah kiri . Ruangan yang hanya ditempati satu pasien membuatku  tidak merasa kesempitan . . . Ada kamar mandi disebelah barat , cukup jauh jaraknya dari keranjangku mungkin 5 langkah dari sini . Tidak ada kursi khusus untuk pengunjung . . . . Hanya ada satu kursi disebelah kanan keranjangku . Aku melihat ayah yang sedang duduk disebelahku . . . Aku masih dalam posisi tiduran dikeranjang . Ayah menatapku , matanya berkaca_kaca namun terlihat kuat diwajahnya .
" Sayang " . Kedua tangannya memegang tangan kananku .
" Sayang . . . Ayah minta maaf " . Ayah pelan mengatakannya , dia masih memegang tangan kananku . . . Namun sekarang aku melepaskannya .
" Sayang " . Ayah berkata pelan lagi . . . . Tapi aku tetap diam , wajahku aku hindarkan dari tatapan ayah .
Ayah terdiam , bibirnya terkatup rapat takut salah dihadapanku .
" Senja " . Aku tahu suara itu kumbang ! Aku tetap diam bahkan tidak mau melihatnya datang . Ayah menengok ke arah pintu .
" Om " . Dia mengatakannya .
" Ayah keluar dulu sayang " . Ayah mengusap rambutku dan mencium keningku . . . . Aku tetap dalam posisiku diam tidak menatapnya .
" Ayah keluar sayang " . Ayah keluar dan digantikan kumbang berdiri disamping keranjangku . Aku sadar kehadirannya . . . Aku langsung mengangkat badanku duduk diatas keranjang . Aku memalingkan wajahku dari hadapannya . Kumbang meletakan bunga yang dibawahnya diatas keranjang . . . . Warnanya merah hati terbungkus rapi didalam plastik .
" Bagaimana keadaan kamu ? Sudah baikkan ? " . Dia duduk disampingku .
" Mau ngapain kamu kesini ? " . Aku masih memalingkan wajahku dari hadapannya .
" Aku . . . Aku hanya ingin melihat keadaan kamu " . Dia takut salah .
" Sudah lihat keadaan aku kan ? Aku baik_baik saya . . . Sekarang keluar " . Sekarang aku melihatnya .
Dia tidak menjawab . . . Diam tidak ada kata_kata yang keluar dari mulutnya .
" Keluar ! " . Aku menghentaknya .
"  Kamu masih suka senja kan ? " . Dia bertanya bodoh .
" Aku harus bilang berapa kali ke kamu aku tidak pernah menyukai senja . . . Aku tidak pernah " . Sakit aku harus mengatakan itu . . . Aku benci senja ! Aku akan mencobanya .
" Aku tahu . . . " . Dia ingin menjelaskan , namun aku memotongnya .
" Kamu tidak tahu . . . Kamu tidak pernah tahu , kamu hanya orang baru dihidupku " . Aku menghentaknya lagi . . . Yang membuat wajahnya berubah .
" Aku memang orang baru dihidupmu , tapi aku tahu kamu suka senja , kamu suka suasananya , kamu suka anginnya , kamu suka warnanya dan kamu suka segalanya tentang senja bahkan kamu mencintainya " . Sekarang dia berteriak , nafasnya tidak beraturan , dia mencoba mengendalikan .
" Pergi dari hadapanku pergi " . Tanganku menunjukan ke arah pintu . . . Tajam dan tegas .
" Okeh . . . Tapi ingat aku akan membuatmu kembali seperti dulu . . . " . Belum selesai dia berbicara aku memotongnya lagi .
" Pergi sekarang pergi " . Aku merebahkan badanku dikeranjang dan menutupnya dengan selimut sampai ke leher .
" Aku pergi . . . Jaga dirimu baik_baik  " . Dia melangkah pergi dari hadapanku .
Hari_hari berikutnya kumbang selalu datang kesini , setiap hari hingga sampai aku harus membentaknya setiap dia datang . . . Kesal , benci , sakit dan marah  bercampur aduk menjadi satu hingga aku tidak tahu rasa apa yang kini  mengendalikanku . Ayah pun selalu meminta kumbang untuk menjagaku disetiap ayah sibuk . . . . Dan kumbang selalu ada waktu untuk menjaga dan menemaniku . Dia selalu membawakan bunga , lukisan tentang senja yang berganti_ganti setiap hari . . . Aku tetap tidak peduli tentang apa yang dia lakukan . Satu minggu lebih sudah aku dirawat dirumah sakit . . . Hari ini aku pulang ke rumah . . . Kumbang disini membantu ayah dan itu pun aku tidak peduli .
Hari ini aku rapi dengan seragamku . . . . Aku sudah siap , aku membuka pintu , ayah mengikutiku dari belakang . . . . Ada kumbang disana dengan sepedanya .
" Hey . . . Ikut sepedaku " . Dia tersenyum .
Aku melihat ayah . . . Ayah tersenyum dan menganggukkan kepalanya . Tidak . . . ! Kataku dalam hati , aku mengambil sepedaku yang sudah terpakir diluar . Aku menaikinya dan mengayunkannya  cepat . Kumbang mengejarku dan aku terkejar olehnya . . . Sekarang dia beriringan denganku . Aku lebih cepat mengayunkan sepedaku . . . Dan dia tetap mengejarku .
Aku memparkirkaan sepedaku , dia pun memparkirkan sepedanya disamping sepedaku . Aku tidak peduli . . . Aku berjalan cepat , dia mengikutiku . . . Setiap hari dia melakukannya , aku pun selalu dibuat kesal oleh kelakuannya .
Hari ini dia tetap sama berusaha tidak putus asa , setiap saat , setiap waktu dia selalu mengikutiku dari belakang , dimulai dari jam istirahat , ditaman , diperpustakaan bahkan dia tidak peduli dengan anak_anak yang lain yang mengajaknya bermain basket permainan kesukaannya  , ke kantin atau pun pulang bareng . Dia tidak peduli hanya berfokus denganku . Setiap hari dia selalu mengajakku untuk melihat senja ketika pulang dan aku selalu menolaknya dan setiap hari pula dia tidak bosannya selalu mencari perhatianku dengan melakukan hal_hal konyol bahkan idiot bagiku .
Aku berjalan mondar_mandir didalam kamar , bingung dan tidak tahu apa yang harus aku lakukan . Besok adalah hari spesial bagiku . . . Hari ulang tahunku ! Apa mungkin aku harus melihat senja dan mengajak ayah seperti hari_hari ulang tahunku sebelumnya . Tapi bagaimana dengan kelakuanku akhir_akhir ini . . . Apa mungkin mereka berdua akan tertawa dengan sikapku yang sekarang mengajaknya melihat senja lagi . Tapi harus bagaimana ? Hanya senja lah momen yang selalu ada disetiap kebahgiaanku . Mungkin aku harus menurunkan egoisku . . . Dan mulai berubah menjadi seperti dulu , lagi pula mereka juga berusaha untuk merubahku menjadi seperti dulu , menyukai senja , menikmati anginnya dan suasananya . Iyah harus aku lakukan ! . . . Mungkin aku yang terlalu sensitif saja dan tidak mau menerima kenyataan jika senja memang ada kerena ibu dan ibu sudah pergi , memilih kebahagiaan dan senyuman yang lain . . . Aku harus menerima hal itu ! . Ayah juga tidak bersalah dalam hal ini , apa lagi kumbang dia tidak tahu apa_apa tentang ini . . . . Aku harus merubah sikapku menjadi lebih dewasa mungkin itu pilihan terbaik dan memang aku tidak bisa membenci senja . . . Tidak bisa ! Aku tersenyum didepan cermin .
" Ayah " . Aku mengetuk pintu kamar kerja ayah .
" Iyah . . . Sayang masuk " . Suara ayah dari dalam .
Aku membuka pintu dan melihat ayah yang sedang sibuk dengan kertas_kertas kantornya .
" Ayah . . . Ayah sibuk tidak ? "  . Aku mendekati ayah , berdiri didepannya  dan ayah sedang duduk dikursi kerjanya .
" Tidak terlalu . . . Tumben ! ada apa sayang ? " . Aku duduk dibarisan sofa yang terdapat diruangan kerja ayah .
" Ehhh . . . Aku minta maaf yah " . Aku tertunduk menyesal .
" Sayang ! . . . Kamu tidak salah , ayah yang salah , ayah minta maaf " . Ayah berganti tempat duduk dan sekarang dia duduk disampingku .
" Tidak yah aku yang minta maaf . . . Aku yang salah , eehhh . . . Begini yah ayah sibuk tidak besok ? " . Aku tersenyum dan ayah pun tersenyum . 
" Ehhh . . . Kayahnya tidak sayang emang ada apa ? " . Ayah mengusap rambutku lembut .
" Begini yah . . . Aku ingin mengajak ayah melihat senja , bisa tidak ? " . Aku mengatupkan rapat bibirku . Aku lihat wajah ayah berubah . . . Dia tersenyum .
" Serius ? " . Ayah mengusap rambutku lagi dan aku hanya mengangguk .
" Okeh . . . Besok lihat senja " . Ayah mengecup keningku dan menurunkan tangannya dari rambutku .
" Janji " . Aku memberikan jari kelingkingku seperti yang dilakukan dulu_dulu dan aku merindukan hal itu .
" Janji " . Ayah menyambutnya dan mengaitkannya dengan jari kelingkingku . Kita sama_sama tersenyum dan ini yang aku inginkan .
" Ayah ! Ini terakhir aku mengajak ayah melihat senja . . . Dan aku tidak akan melakukannya lagi selain hari besok . . . Ayah harus ingat itu ! " . Aku melepaskan jariku . . . Aku berjalan keluar mengatakannya . Aku tidak tahu seperti apa perubahan pada wajah ayah sekarang , setelah aku mengatakan hal itu . . . dan mungkin ini memang terakhir aku melakukannya dan tidak akan pernah lagi . Aku tidak sabar menunggu besok . . . Dan aku berharap ayah datang dan tidak melupakan jika besok adalah hari ulang tahunku .
Aku sudah siap hari ini . . . Ayah tersenyum pagi ini . Ada Kumbang didepan dengan sepedanya seperti biasa , aku mengambil sepedaku dan menaikinya .
" Ayah aku berangkat " . Aku melambaikan tanganku kepada ayah  . Mungkin kumbang bingung dengan sikapku pagi ini .
" Iyah sayang . . . Ayah siap melihat senja nanti sore " . Ayah melambaikan tangannya juga dan aku mengangguk tersenyum .
" Apa ! Kamu akan melihat senja bersama ayah ? Kenapa tidak bilang kepadaku ? Aku ikut ! " . Kumbang mengayunkan sepedanya . . . Dan beriringan denganku .
" Tidak , tidak . . . " . Aku menghelak dan mempercepatkan laju sepedaku .
" Hey kamu masih suka senja kan ? " . Kumbang mengejarku , aku mempercepat , dia mengejarku lagi dan aku lebih cepat lagi . . . Kami kajar_kejaran dijalanan . . . Tiada yang menang atau sampai lebih dulu , tapi yang ada hanya rasa ini yang aku rindukan .
" Senja aku pulang duluan iyah , ada yang harus aku kerjakan ! " . Dia mengambil tasnya lalu beranjak pergi . Aku tidak tahu apa yang dia lakukan . . . Tapi sebenarnya hati aku heran , tumben ? Biasanya dia pulang selalu mengikutiku . . . Dan sekarang , entahlah aku tidak peduli . . . . Yang aku peduliin ayah harus datang disenja ini ! Aku mengayunkan sepedaku lebih cepat , tidak sabar untuk berada ditengah_tengah suasana senja bersama ayah . Aku melihat laut yang merambat tenang menuju ketepian ,  bersama rasa yang ingin dia sampaikan kepada setiap pasang  mata yang melihatnya . Masih sama seperti dulu indah dan menyenangkan . Aku menghiasi diriku dengan kebahagiaan dulu yang diberikan senja kepadaku . . . Mengingatnya kembali disetiap detik alurnya yang aku habiskan bersama ayah disini . . . . Bahagia aku rasa ! .
Aku berhenti ditepian jalan yang tenang . . . Tidak ada siapa_siapa , sepi dan kosong aku lihat , ayah belum datang mungkin sebentar lagi ayah datang ! Aku melihat jauh ke arah laut namun lebih dalam aku merasakannya lebih dalam hingga melayang aku rasakan , melayang   disetiap rasa yang dia tampilkan sekarang . Angin yang masih sejuk menerpa wajahku , suasana yang damai aku nikmati . . Sudah berapa lama aku tidak kesini ? Aku berkata dalam hati . Ponselku berdering terburu_buru .
" Siapa yang menelponku ? " . Aku cepat mengambil ponselku disaku baju .
" Ayah " . Ayah ! Tertulis jelas dilayar ponsel . Mungkin ayah akan datang atau sudah berada dijalan .
" Hallo . . . Ayah ! " . Aku mengangkatnya .
" Sayang maaf , ayah harus meeting hari ini maaf sayang ayah tidak bisa datang , kamu bisa mengertikan ? " . Suara ayah dari balik ponsel . . . Ayah tidak datang ! Aku langsung menurunkan ponselku dari telingaku . . Ayah tidak datang ! Sakit , kecewa dan benci bercampur menjadi satu . Air mataku menetes membasahi pipiku . . . Ayah tidak datang ! . Ayah masih berbicara  dibalik telepon . Aku tidak tahu apa saja yang dia bicarakan hanya terakhir yang aku dengar " Selamat ulang tahun sayang " .  Kemudian dia mematikan teleponnya . Aku tidak peduli . . . Ayah jahat , ayah sama seperti ibu , dia mengingkari janjinya dan membuatku hancur tidak karuan . Awan mengeluarkan rasa yang ada pada dirinya . . . Suara petir berkejaran ku dengar , dia siap menyambut kekasihnya hujan . Hujan jatuh deras dan kompak membasahi seragamku . Aku jatuhkan ponselku ke jalanan tidak tahu dia hancur atau tidak namun aku membiarkannya berteman dengan air hujan yang mengalir turun . . . . Sepedaku aku hempaskan ke jalanan , dia tidak menolak sekarang dia juga merasakan hancur sepertiku .
Aku berlari dihamparan pasir putih , berhenti dan berdiri disana . Aku tatap awan yang hitam menutupi langit senja , senja tidak datang hari ini mungkin dia sudah tahu jika ayah tidak akan datang atau mungkin selama ini dia berpura_pura baik kepadaku , memberikan kebahagiaan yang sekarang menjadi hitam seperti awan yang kini melindungiku dari kejahuan diatas . . Sekarang senja menunjukan jati dirinya , jahat seperti ayah dan ibu . Aku turunkan badanku ke ribuan pasir putih , duduk dan menangis .
" Senja " . Suara itu . . . Kumbang ! Aku menatapnya dari bawah . . . Dia melihatku dalam momen yang sama menangis diantara hujan , mungkin dia tahu apa yang terjadi . . . Ayah tidak datang ! .
" Senja " . Dia memanggilku lagi . . . Aku hanya terdiam , aku mengangkat badanku berdiri didepannya . Seragamnya basah tidak rapi bentuknya , rambutnya berantakan terkena air hujan .
" Senja selamat ulang tahun untukmu " . Dia mengatakannya terengah_engah , nafasnya tidak beraturan namun dia berusaha mengaturnya . . . Mungkin dia habis berlari_larian dibawah hujan . Aku hanya diam menatapnya , kedua tangannya memegang 4 balon berwarna_warni yang dibawahnya untukku  . Dua balon ditangan kanannya biru dan merah hati warnanya dan dua balon lagi ditangan kirinya hijau dan kuning cerah juga warnanya . Perpaduan warna yang serasi . . . Tapi aku tidak peduli , bukan dia yang aku inginkan sekarang untuk datang atau pun 4 balonnya yang kini dihadapanku berdiri tegak dipegangan tangannya  tapi yang aku inginkan ayah datang ke sini dan mengucapkan selamat ulang tahun untukku seperti janji ayah semalam . . . Tidak ! Semua sudah terlambat ayah tidak akan datang ! .
" Kamu masih suka senja kan ? " . Dia menanyakan pertanyaan itu lagi bodoh dan tidak mengerti keadaanku sekarang , mungkin dia tahu tapi hanya berpura_pura !
" Aku benci senja " . Aku mengucapkannya , air mataku menetes . . . Dia terdiam .
" Aku benci senja " . Aku mengulanginya lagi . . . Wajahnya berubah , tiada senyuman yang biasa dia tampilkan diwajahnya . Aku pergi meninggalkannya . Lari , aku mengambil sepedaku yang terjatuh dijalanan . Aku tidak memperdulikan dia . . . . Hari ulang tahunku tidak seperti hari_hari ulang tahunku yang lalu . .   . . Yang biasa aku lewatkan bersama ayah disini dibawah naungan langit senja yang juga seperti ayah hari ini . . . Tidak datang ! . Dan sekarang seharusnya ayah datang memberikan apa yang dia berikan dulu . Aku masih ingat dulu . . . Disetiap hari ulang tahunku ayah selalu memberikan kejutan untukku . Aku masih ingat . . . Ayah selalu menutup mataku dengan kain , mengikatnya kencang hingga tiada yang aku lihat , hitam dan gelap . Ayah menuntunku dari belakang memegangi kedua pundakku . Setelah ayah membukanya , aku melihat dermaga yang penuh hiasan balon_balon berwarna_warni yang diikatkan disetiap tiangnya . Tidak meriah memang hanya sederhana tapi itu kebahagiaanku . Didepanku ada meja yang diatasnya terpajang indah kue ulang tahun , bundar bertingkat bentuknya , warnanya biru berdominan warna kesukaanku bercampur coklat bertaburan . Disekeliling sudutnya ada buah kecil berwarna merah . . . .  Strawberry ! . Menancap manis disana . Diujungnya ada lilin yang dibentuk sesuai umurku , dan terakhir membentuk angka 16 aku lihat . Disampingnya ada minuman kesukaanku jus jeruk yang terlihat dinamis didalam gelas yang penuh hiasan pernak_pernik mengelilingi disetiap sudut permukaannya yang ditampilkan . Sebelum aku meniupnya kita berdua selalu berdoa bersama , memejamkan kedua mata dan mengucapkan harapan yang diinginkan didalam hati . Terakhir yang aku ucapkan " Aku ingin bahagia bersama ayah dan senja disini . . . Bahagia selamanya " . Setelah itu kita berdua meniup lilinnya sama_sama yang kemudian kita bermain kue saling membalas , melempar dan mencolek menggunakan kue hingga wajah kita penuh dengan kue , kotor , lengket dan terasa manis . . . Namun sekarang ayah tidak datang ! Aku merindukan hal itu , aku masih ingat dan ayah melupakannya . Aku terus mengayunkan sepedaku cepat aku melakukannya , aku masih menangis seperti tadi dan hujan semakin deras mengguyur mambasahiku . Didalam hidupku ada banyak hal yang tidak berarti untukku . . . Kecuali hanya kebahagiaan bersama ayah dibawah langit senja yang ingin selalu aku genggam ditanganku , namun ayah merusak jalannya hingga membiarkan aku melepasnya dan menjatuhkannya tiada berarti .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar