PART II .
Senja , aku pun semakin menyukainya . Hari_hari indahku aku lewati bersama ayah disini . . . Entah berapa banyak kebahagiaan yang aku dapatkan , yang jelas . . . Luka itu aku rasa kini aku sudah melupakannya . . . benar aku sungguh melupakannya bahkan sosok ibu yang aku benci pun kini aku lupa seberapa hancur dia mematahkan sayapku dulu . Aku sungguh bahagia disini meskipun kehidupanku diluar sangat mengerikan untukku . . . Tetapi jika aku berada disini bagaikan begitu sempurna hidupku .
" Senja " . Ayah mendekatiku dan berdiri disampingku yang ketika itu aku sedang menikmati suasana langit yang sedang menenggelamkan bolanya perlahan . . . . Aku hanya diam saja hanya menoleh ke arahnya .
" Kamu sudah mempunyai kekasih ? " . Pertanyaan ayah yang membuatku tidak bisa berkata apa_apa . Dalam hati aku tertawa . . . Kekasih ! . Cinta yang kata orang sungguh indah jika dapat merasakannya pun . . . . Aku tidak pernah tahu seperti apa rasanya apalagi kekasih itu tidak mungkin untukku .
" Sayang jangan diam saja . . Jawab pertanyaan ayah " . Ayah menepuk pundakku .
" Eh . . Eh . . Eh . . . Kekasih senja kan ayah ". Jawabku meringis yang membuat ayah langsung tertawa .
" Hahaha . . . Bukan sayang ! Maksud ayah laki_laki yang kamu sukai dan menyukaimu " . Jawab ayah mengelus rambutku .
" Iyah aku menyukai ayah , ayah menyukai aku juga kan ? " . Jawabku spontan yang membuat ayah tertawa lagi dan menurunkan tangannya dari rambutku .
" Tidak . . . Tidak , begini saja . . . Anak ayah ini kan cantik . . . Jadi ayah ingin tahu . . . siapa orang yang anak ayah cintai ? Tentunya selain ayah " . Pertanyaan ayah yang membuatku langsung berfikir . . . Cinta ? siapa orang yang aku cintai ? . . . Tidak ada satu laki_laki pun yang menarik perhatianku , semua sama . . . Tidak seperti ayah .
" Kenapa ayah bertanya seperti itu ? " . Aku bertanya balik kepada ayah yang membuat ayah berfikir sedikit .
" Hmmm . . . Karena ayah ingin tahu laki_laki siapa yang membuat anak kesayangan ayah ini jatuh cinta dan ayah juga ingin tahu dia baik atau tidak untukmu " . Ayah mengecup keningku dan setelah itu mengarahkan pendangannya ke depan jauh diujung laut yang langitnya kini mulai menggelap .
" Kenapa ayah harus tahu ? " . Ayah diam cukup lama . . . Dan akhirnya ayah menjawab juga .
" Kamu kan tahu ayah sudah semakin tua . . . Ayah hanya ingin memastikan sebelum ayah pergi . . . kamu sudah ada yang melindungi dan itu lebih dari ayah " . Ayah tersenyum dan tangannya memeluk pundak belakangku .
" Ayah sudah menjadi lebih dari yang aku inginkan . . . Dan sekarang aku anak ayah bukan seperti senja kecil dulu lagi . . . Aku sudah besar ayah , sebentar lagi umurku genap 17 tahun . . . Aku sudah bisa melindungi diriku sendiri . . . Sekarang giliran waktunya senja yang melindungi ayah " . Aku memeluk ayah dengan sepenuh kasih yang ku miliki . . . Dan disitu air mataku menetes . . . Aku menangis dipelukan ayah . . . Aku mencintai ayah . . . Aku tidak ingin kehilangan ayah . . . Ayah adalah senjaku dia yang membuat aku bahagia .
" Sekarang ayah ingin tanya serius ! " . Ayah melepaskan pelukanku dan menghapus air mataku .
" Ayah ingin tanya apa ? " . Aku penasaran dibuat ayah .
" Siapa kekasihmu ? " . Pertanyaan ayah , aku tidak tahu harus menjawab apa .
" Eh . . .Eh . . Tidak . . Tidak aku tidak punya ayah " . Jawabku meringis meragukan seperti dulu aku menunjukan barisan gigiku sedikit .
" Benar ? " . Ayah menunjukan jari telunjuk tangan kanannya didepan wajahku dengan wajah yang sedikit menahan senyum .
" Benar ayah ! " . Aku memberikan empat jari kepada ayah . . . Dua jari dari tangan kanan dan dua jari lagi dari tangan kiri .
" Bagaimana jika ayah carikan kekasih untukmu " . Ayah berlari kecil diatas dermaga dan tentunya untuk menghangatkan suasana .
" Hah . . . Apa . . Tidak ayah tidak aku ingin mencari kekasih sendiri " . Aku mengejar ayah .
" Tidak . . Tidak ayah akan carikan " . Ayah berlari kecil menggodaku .
" Jangan . . Ayah . . Aku akan mencari sendiri " . Aku masih tetap mengejar ayah dan langit pun kini sudah gelap . . . Tidak ada alasan lagi untuk kita berdua masih tetap berada disini . . . Kita pun pulang .
Dan kekasih . . . Bagiku itu sangat mustahil untuk aku miliki . . . Aku hanya gadis kaku tanpa senyuman yang mereka kenal . Mana mungkin laki_laki menyukaiku bahkan menginginkanku itu sangat jauh dalam bayanganku . . .Yang mereka sukai hanya gadis cantik dan ceria seperti yang lainnya .
Hari pun berganti dengan leluasanya tanpa peduli cerita_cerita yang terukir setiap detiknya . Sekarang ayah semakin sibuk dengan pekerjaanya beriringan dengan pangkatnya yang naik dikantor tempatnya bekerja . . . . Ayah hanya mempunyai waktu terbatas untuk melihat senja bersamaku sisanya dia habiskan untuk bekerja . Namun aku tetap setia setiap sore . . . Walaupun sekarang ayah sedikit berubah . . . tetapi alam semakin riang berteman denganku dan aku pun semakin terbuai bahagia dibuat mereka .
Seperti pagi ini , aku berangkat sekolah diantar oleh ayah . . . Sekalian dengan ayah berangkat bekerja karena memang searah .
" Sudah sampai sayang " . Ayah menghentikan mobilnya .
" Iyah ayah . . . Aku berangkat ! " . Aku mencium tangan ayah dan membuka pintu mobil .
" Ayah berangkat sayang " . Ayah melambaikan tangannya dan menutup pintu . . . Aku berdiri disini melihat mobil ayah yang pergi perlahan sampai mobil ayah tidak terlihat lagi menghilang . Aku masih ingat perkataan ayah 25 menit yang lalu setelah sarapan . . . " Ayah lembur hari ini , jadi tidak bisa menemanimu melihat senja sayang " . Lagi_lagi ayah begini . . . Ayah lembur ! Membuat langkahku seperti tidak mempunyai arti . . . . Aku menjelajahi waktu seperti biasa , sendiri ditemani buku_buku tentang senja yang membosankan . . . . . Aku adalah gadis yang berpenampilan ulung dengan gaya rambut yang selalu aku geraikan sampai menjuntai ke bawah punggung sedikit , poni yang menghiasi wajahku aku biarkan sedikit memanjang agar menutupi dahiku yang sedikit lebar terlihat . Dengan sikapku yang dingin , kaku dan tanpa senyum sekalipun membuatku tidak memiliki teman sedari kecil . . . Namun sungguh berbeda ketika aku berada ditengah_tengah tenangnya suasana senja . . . . Aku bagai putri cantik yang selalu ceria dengan segala kehidupanku yang terasa sangat sempurna .
Hari ini berlalu cukup lama , aku membuang waktuku dengan hanya membaca , mengingat , memperhatikan anak_anak lain tertawa dan hanya sendiri aku melakukannya . Tetapi aku suka dengan kehidupanku . . . Aku bahagia dengan caraku tanpa aku harus membagikannya dengan orang lain . Karena ayah lembur dikantor , aku pulang sendiri menggunakan angkutan umum . . . Aku sudah biasa berada dikendaraan yang panas , penuh dengan orang_orang dan tidak mengenakan seperti ini . . . Tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai dirumahku hanya beberapa menit saja dari sekolah . . . Setelah sampai didepan rumah . . . Aku langsung mengambil sepedaku tanpa mengganti bajuku dan menaikinya . . . Cepat dan penuh tenaga aku mengendarainya . Berharap aku sampai lebih awal sebelum senja datang menghapus sore . . . Aku meletakkan sepedaku ditempat biasa tepat dipintu dermaga . . . Aku melihat jauh ke laut dan berkata dalam hati . . . . Senja memang dalam hati ! . Namun ditempat itu . . . Ada seseorang disana . . . Dia laki_laki , umurnya terlihat sama sepertiku namun badannya sedikit melebihiku , dia berdiri diatas dermaga . . . Dengan mata yang memandang jauh namum terlihat lebih dekat dengan laut . . . Aku mencoba mendekatinya perlahan tanpa dia sadar aku semakin dekat dengannya .
" Kamu siapa ? " . Aku beranikan diri bertanya kepadanya . . . Dia mendengar dan menoleh ke arahku .
" Kamu siapa ? " . Dia bertanya balik dengan tatapannya yang tajam memandangku . . . . Dan aku melangkah mundur sedikit menjauhinya .
" Aku senja . . . Kamu pergi dari sini , ini tempatku ! " . Dia menatapku tanpa senyum pun yang membuatku berusaha menyembunyikan rasa ini . . . Iyah rasa takut yang kini sudah barada diubun_ubunku .
" Apakah tempat ini milikmu ? " . Aku hanya menggelengkan kepalaku dengan langkah yang masih tetap sama . . . perlahan mundur menjauhinya tetapi dia semakin mendekatiku perlahan seirama dengan langkah kakiku .
" Bukan ! Terus kenapa kamu mengusirku ? Ini tempat umum semua orang berhak berada disini sepuasnya termasuk kamu dan aku . . . Ini milik semua orang bukan milik kamu senja " . Dia menatapku tajam , dalam hati aku takut dengannya . . . Dia terlihat tidak seperti ayah yang hangat . . . Dia kaku sepertiku . . . Sekarang dia semakin dekat dihadapanku . . . Aku yang semakin terpojok diposisiku tidak bisa leluasa melangkah untuk bisa lari dari hadapannya .
" Tapi semua orang disini tahu . . . Ini tempatku biasa bersama ayah untuk melihat senja " . Aku berusaha menutupi rasa takutku . . . Dengan menatapnya dengan pandangan yang tajam pula . . . . Aku mencoba mendorong badannya dengan sekuat tenagaku . . . Namun sekuat apa pun aku dia masih tetap labih kuat , tetapi dia terdiam dihadapanku memandangku tidak menghiraukan apa yang aku lakukan terhadapnya . . . . . Dia semakin dekat dan lebih dekat memandangiku . . . Aku tidak bisa menghindar diam ditempat karena memang kecil ruangan yang dia berikan untukku . . . Dia sedikit menjauhkan posisi wajahnya dari wajahku dan dia terdiam seperti ada yang ingin dia ingat dan mengatakannya kepadaku , tatapannya berubah menjadi layu penuh harapan .
" Kamu gadis kecil yang lemparannya dulu meleset ke arahku kan ? Kamu senja . . . ingat ! " . Dia tersenyum . . . Namun perkataanya membuatku berfikir dan rasa takut itu berubah menjadi rasa ingin tahu . . . . Aku penasaran padanya . Aku mencoba memutar waktu , mengingat apa saja yang pernah aku lalui disini . . . Salah satunya seperti yang dia katakan tadi . Beberapa menit aku memutar waktu dan yang akhirnya aku menemukan satu titik yang utuh dan tepat aku rasa .
" Kumbang ! Benarkah kamu kumbang ? " . Akhirnya aku mengingatnya .
" Iyah . . . Aku kumbang " . Dia menyulurkan tangannya kepadaku .
" Aku senja " . Aku mendekatinya dan menyambut tangannya . Dan kami berdua tersenyum bersama dengan suasana senja yang semakin tenang dan damai .
" Kamu suka senja ? " . Dia merubah posisinya . . . Matanya menatap teduh ke langit senja yang ketika itu warnanya layu memudar .
" Iyah . . . Aku menyukainya , apakah kamu menyukainya juga ? " . Aku melangkah lebih dekat dengannya . . . Berada disampingnya dan sama_sama menatap langit senja yang layu .
" Tidak , biasa saja . . . Namun suasananya membuat aku suka tenang dan damai , terus apa yang membuat kamu suka senja " . Dia bertanya kembali dihiasi dengan senyuman diwajahnya .
" Entahlah aku tidak tahu . . . Ayah yang memperkenalkanku pada senja , awalnya aku tidak tahu . . . Namun lama_kelamaan aku menikmatinya dan sekarang aku menyukainya . . . Karena senja lah yang telah menghiasi kebahagiaanku penuh hangat " . Jawabku penuh semangat , dan aku meliriknya sebentar dan dia tersenyum untukku .
" Wow hebat . . . Terus apa yang membuat ayahmu menyukai senja ? " . Pertanyaan itu belum aku ketahui jawabannya . . . Aku lupa untuk menanyakan lagi kepada ayah . . . Dan nanti kapan waktunya tiba aku akan menyakannya lagi . . . Dan ayah harus menjawabnya . Sekarang aku hanya ingin menikmati suasana yang ada didepanku . . . Bukan untuk penasaran terhadap hal seperti itu kepada ayah .
" Kok diam seperti itu ? " . Dia bertanya lagi dengan penuh penasaran .
" Eh . . Eh . . Aku tidak tahu " . Jawabku ragu sambil menggelengkan kepalaku .
" Oh . . . Aku juga minta maaf aku lancang " . Dia memasang wajah bersalah .
" Tidak . . . Tidak apa_apa " . Sedikit kaku rasanya untuk menjawab ini .
" Oh iyah . . . " . Kemudian hening . . . Hanya saling lempar senyum tiada arti , kaku . . . Tidak karuan .
" Eeehhhhh . . . Boleh aku ke sini lagi nanti untuk melihat senja ? " . Aku seperti melihat cahaya pada matanya . . . Tatapannya yang semakin terasa bersahabat untukku . . . Dan aku ingin menjadi lebih dekat dengannya .
" Boleh . . . Setiap hari juga tidak apa_apa " . Dia melihatku lalu dia tersenyum hangat .
"Sungguh ? " . Dia memastikan kembali . . . Aku hanya menganggukkan kepalaku sebagai tanda setuju . Kita berdua pun saling melempar pandangan . . . Dan kemudian tertawa bersama . Hari semakin gelap . . . Senja mulai berlari perlahan menjauhi peraduannya .
" Oh sudah semakin malam . . . Aku harus pulang " . Aku berlari kecil diatas dermaga . . . Namun dia tetap diam dengan apa yang aku lakukan . Mungkin dia melihat pundakku semakin mejauh dari belakang dan aku berharap . . . Hanya harapanku ! Mana mungkin dia akan memanggilku dan mengatakan sesuatu kepadaku . . . Iyah sekali lagi hanya harapanku yang berlebih .
" Senja " . Aku berhenti dari gerakan kakiku yang melangkah_langkah kecil . . . Dia , dia benar memanggilku . Aku menoleh ke arahnya dan menunggunya disana . . . Menunggu dia untuk mengatakan sesuatu kepadaku .
" Besok . . . Aku menunggumu disini " . Dia mengatakannya aku tidak mungkin salah dengar . . . Dia akan menungguku disini , dengan tersenyum lepas dia mengatakannya seperti beban berat yang sudah lama dia pikul dipundaknya dan sekarang baru dia lepaskan dihadapanku . Aku hanya mengangguk mengerti lalu aku tersenyum untuknya . Aku berlalu dari pandangannya . . . Seperti rasa yang lebih yang diberikan senja hari ini . . . Dia , laki_laki kecil yang dulu aku temui sekarang dia kembali tersenyum untuk warna senja yang baru . . . Aku tidak sabar lagi menunggu pagi lalu menanti senja . . . Aku ingin melihat senyumnya memang tidak terasa manis dihadapanku tetapi bagiku itu terlihat lebih klasik dari yang lainnya . . . Sederhana tapi unik dan yang terpenting aku menyukai itu . Dalam hidupku aku ingin mecari rasa yang belum pernah aku rasakan selama ini , rasa bahagia selain bersama ayah dan suasana senja disini . . . . Sepertinya itu satu hal yang seru atau petualangan yang menarik yang harus aku mencobanya dan aku ingin merasakannya bersama dia . . . . Kumbang teman baruku ! .
Rabu, 06 Januari 2016
Senja
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar