PART III .
" Pagi " . Ibu guru memasuki ruangan kelas dengan tenangnya berjalan didepan kami membawa sepaket buku ditangannya .
" Pagi bu " . Kami menyambutnya .
" Hari ini kita kedatangan siswa baru . . . Sini masuk ! " . Berdiri sambil meletakan bukunya dimeja .
Dia mulai memasuki ruangan kelas ini dengan langkah kaki yang santai , dia tersenyum . . . Wajahnya seperti tidak asing bagiku . . . Wajah yang dihiasi dengan senyuman klasik , tatapannya yang layu , bola matanya yang tidak melingkar penuh semakin jelas mengingatkanku jika dia laki_laki itu . . . Kumbang ! Benar aku mengenalnya . . . Dia kumbang , matanya menyusuri disetiap sudut ruangan kelas ini namun kepadaku dia tidak menjatuhkannya .
" Ayo perkenalkan tentangmu ! " . Anak_anak yang lain memperhatikannya dengan tatapan yang penuh termasuk aku , aku tidak ingin meninggalkan momen ini .
" Nama saya Kumbang " . Dia mengatakannya singkat tapi yakin .
" Duduk dibangku yang kosong dan kemudian kita melanjutkan pelajaran minggu kemarin " . Bu guru mempersilakannya duduk , dia melangkah pelan . . . . . Dan kemudian dia duduk disana tepat dibelakangku . Dia seperti tidak mengenalku bahkan matanya tidak sedikitpun mengarah kepadaku atau mungkin dia benar tidak melihatku . . . Apakah dia disini akan berpura_pura tidak mengenalku ? Lalu kemudian menjadi seperti yang lain tidak peduli denganku . . . Hah ! Hanya lamunanku yang tidak berarti .
" Tret . . . Tret . . . Tret " . Bel istirahat berbunyi .
" Sampai disini dulu pertemuan kita , kita lanjutkan minggu depan " . Bu guru bergegas keluar meninggalkan ruangan kelas ini . . . Dengan membawa buku_bukunya .
Anak_anak berlarian keluar dari ruangan kelas . . . Aku membereskan semua alat_ alat tulisku . . . . Setelah selesai aku melangkah untuk keluar dengan ritme yang cukup cepat .
" Senja " . Suara itu membuatku berhenti tetapi aku tahu jelas suara siapa yang memanggil namaku . . . Dia masih mengenalku . Aku menoleh ke arahnya . . . Dan benar itu kumbang . Dia hanya berdiri terdiam diposisinya . . . . Hingga aku seperti tidak ingin menemuinya pada waktu ini . Aku berlari meninggalkannya . . . . . Melupakannya entah apa yang ingin dia katakan kepadaku .
" Senja . . . Senja tunggu " . Dia masih tetap memanggil namaku , namun aku tidak menghiraukannya . . . . Hingga suaranya tidak terdengar lagi dan menghilang dibalik ramainya anak_anak . Aku duduk dikursi panjang dekat dengan lapangan basket . Kursi panjang ini terletak dibawah pohon besar yang rindang penuh tangkai yang ditumbuhi dedaunan kecil_kecil hingga tidak terlihat lagi langit_langit biru diatasnya bagaikan melindungi apapun yang berada dibawahnya dari sentuhan panas sinar matahari siang . Seperti biasa aku ditemani buku tentang senja yang dibelikan ayah . . . Aku sudah mempunyai banyak buku tentang senja dirumah yang aku letakan rapi dilemari . . . . . Hingga tidak terasa kini menumpuk disana .
Sesekali aku melihat ke arah lapangan . . . Ada anak_anak yang sedang bermain basket . . . Permainannya cukup seru berjalan dengan dilihat hampir seluruh orang_orang penghuni sekolah ini . Kumbang . . . Dia ikut bermain didalamnya , aku lihat dia cukup jago mempermainkan bolanya . . . Cukup cerdik juga untuk menipu lawan dan dengan mudahnya dia memasukan bola ke keranjang . Seketika itu semua tepuk tangan menjuru untuknya . . . Dan mungkin sekarang dia menjadi idola baru disini . Aku kembali berfokus lagi pada buku cerita yang aku baca dan tidak memperhatikan apa yang terjadi disekitarku sakarang . . . Tidak lama setelah itu . . . Aku melihat bola itu perlahan mendekatiku , dengan posisiku yang menunduk membaca buku . . . Terlihat jelas bola itu berhenti tepat dibawah kakiku yang menggantung . Aku meletakkan bukuku diatas kursi panjang ini , dan turun untuk mengambilnya . . . Aku berdiri dengan kedua tangan memegang bola , semua pasang mata melihat ke arahku sekarang . Aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan dengan bola ini . . . Tetapi dengan sedikit keberanian aku ingin melakukan yang belum pernah aku lakukan . . . Iyah ! . Aku akan mencoba untuk memasukannya ke keranjang dari sini . Tidak ada teknik khusus yang aku punyai . . . hanya dengan pandangan fokus pada papan yang menjadi titik acuanku sekarang . Aku menghitung pelan dalam hati . . . Satu . . . Dua. . Tiga dan aku melemparnya . . . Hanya lemparan asal_asalan yang aku lakukan . . . Bola itu melambung lurus ke atas , menabrak papan dan jatuh tepat diatas keranjang . . . Berputar_putar disana yang akhirnya dengan suksesnya memasuki keranjang yang kemudian jatuh lurus ke bawah . Suasana menjadi hening . . . Namun dia . . . Kumbang memberikan satu tepukan keras untukku yang tidak lama diikuti dengan tepukan yang lain menjadi gemuru . Aku tersenyum puas untuk ini . . . Aku tidak tahu itu tepukan karena aku hebat atau hanya lelucon yang mereka perankan untukku . Namun tidak dengan Kumbang dia tersenyum bangga untukku . . . Dengan senyuman klasiknya dia terlihat begitu gagah dengan berbalut wajah oriental menandakan jika dia laki_laki pribumi . Menjadi pusat perhatian itu hal biasa untukku . . . Tetapi aku tidak pernah merasakan rasa bahagia lebih seperti ini yang membuatnya . . . Dia menjadi luar biasa dimataku . Aku pun melangkah pergi meninggalkan tempat ini untuk menuju ruangan kelas .
Aku mengambil sepedaku diparkiran . . . Ada kebijakan disekolah ini , semua penghuni disekolah ini tidak boleh menggunakan sepeda motor . . . Hanya boleh diantar jemput atau menggunakan kendaraan lainnya dan juga menggunakan sepeda ke sekolah . Dan menggunakan sepeda adalah pilihanku hari ini . . . . Aku menaikinya .
" Senja " . Suara itu . . . Kumbang ! Dia menahan ku memegangi dari belakang . Aku menoleh ke arahnya dan turun dari sepeda .
" Kamu , ada apa ? " . Dia melepaskan pegangannya .
" Aku ikut kamu iyah " . Dia sama tersenyum lagi untukku .
" Ikut ? " . Dia merebut sepedaku dan menaikinya . . . . Aku hanya bisa diam melihatnya .
" Ayo naik nanti ke buru senja datang " . Aku tersenyum karenanya . . . . Iyah sebelum senja datang ! Aku pun bahagia karena itu . Aku duduk dibelakangnya . . . Diperjalanan kita tidak berbicara banyak hanya diam lalu ketawa tidak jelas . Kami menyusuri kota yang ramai , pohon_pohon yang hidup damai ditepi jalan , berhenti dilampu merah dan kesal karena tidak kunjung berubah hijau warnanya . Dan akhirnya kami menembus kota yang ramai . . . Sekarang kita berada dijalanan yang tenang . . . Terlihat jelas laut dengan luasnya dan memang senja belum datang . Kumbang semakin cepat mengayunnya . . . . Seperti tidak sabar untuk sampai didermaga . Aku turun . . . Kumbang meletakan sepedaku dipintu dermaga . Aku masih ingin menikmati suasananya . . . . Aku memejamkan mata dengan wajah yang menghadap ke arah langit dan kedua tanganku aku rentangkan menjulur ke samping . Angin menyapu lembut wajahku . . . Dingin rasanya namun tenang dan damai .
" Senja ayo . . . Senjanya sudah datang " . Aku membuka mataku dan menurunkan kedua tanganku .
" Oh maaf " . Aku tersenyum kepadanya dan dia membalasnya .
" Ayo cepat . . . Senja sudah datang " . Dia manarik tanganku , erat dan hangat rasanya . Sentuhan yang belum pernah aku rasakan dan aku ingin dia semakin erat memegang tanganku . Kami berhenti diujung dermaga ini . . . Tepat didepan wajah senja yang kini warnanya jingga memerah tajam terlihat bahagia seperti suasana hatiku saat ini .
Aku melihat tanganku yang dipeganginya nampak erat memang . . . Dia tersadar dan melepaskannya .
" Maaf " . Dia sedikit menjauhiku .
Aku hanya tersenyum mengangguk .
" Tadi . . . Lemparanmu hebat " . Dia menirukan gaya seperti sedang memasukan bola ke keranjang .
" Tidak . . . Biasa saja , asal_asalan aku melakukannya " . Aku merendahkan diri . Suasana menjadi kaku . . . Hening hanya saling melempar senyum dan pandangan .
" Hmmm kamu berbeda " . Dia mencoba menghangatkan suasana .
" Berbeda , maksudnya ? " . Aku bertanya heran .
" Iyah . . . Kamu tidak seperti yang lainnya . Yang lain ingin terlihat indah setiap saat . . . Dan kamu tidak seperti mereka " . Dia tersenyum seperti takut salah pada jawabannya .
" Tidak seperti mereka seperti apa ? " . Dia pun terlihat bingung sekarang namun dia mencoba untuk menutupinya .
"Iyah . . . Kamu kaku dan aneh jika disekolah dan disini kamu berbeda berubah menjadi indah " . Dia memandangku layu . Aku mengalihkan pandangannya dengan melihat senja yang kini malam mulai membunuhnya dan dia pun mengikutiku .
" Oh . . . Aku kirain apa ? Ehmnn . . . Aku hanya tidak ingin seperti senja kebanyakan yang selalu terukir indah untuk semua mata , aku hanya ingin terlihat indah untuk sepasang kelopak mata " . Jawabku percaya , karena aku yakin pada diriku sendiri ada sepasang mata yang sudah menungguku untuk terlihat lebih dari indah .
" Siapa ? " . Pertanyaannya yang membuatku bingung tidak tahu , entah siapa yang membuatku ingin terlihat indah . . . . Memang aku belum mempunyai alasannya .
" Kamu ingin tahu ? " . Aku bertanya balik , dia pun semakin terlihat bingung didepanku .
" Entahlah ! " . Dia mencoba untuk menghilangkan rasa kakunya . . . Matanya menatap langit yang semakin menghitam . Suasana hening kembali . . . Memang tidak ada pembicaraan yang membuat suasana menjadi lebih hangat seperti kemarin . . . Canggung dan kaku aku rasa . Aku tidak tahu apa yang berjalan didalam pikirannya , yang aku tahu saat ini hanya ingin berharap waktu berjalan lambat untuk menyambut pagi . . . Agar aku bisa berada disini lama didekatnya .
" Kamu cantik " . Dia mengatakannya dan memandangku penuh . . Satu hal yang belum pernah aku dengarkan selain dari ayah . Aku hanya bisa terdiam menatapnya , kami sama_sama saling memandang penuh arti . Darahku mengalir deras ke bawah , gerakanku menjadi kaku , lidahku keluh terdiam , jantungku berdetak tidak karuan . Tidak tahu rasa apa yang aku rasakan saat ini . . . . Rasa yang begitu asing untuk aku rasakan namun aku bahagia dan aku menginginkan satu hal yang lebih darinya . . . Aku jatuh cinta kepadanya ! .
" Maaf . . . Aku harus pulang " . Aku berlari meninggalkannya .
" Senja ! " . Dia memanggilku tetapi aku tidak menghiraukannya , aku masih tetap berlari . Mengambil sepedaku dan mengayunkannya dengan cepat .
Malam memang sudah membunuh senja , dan aku tidak bisa menghilangkan sosoknya dari pikiranku . Dia . . . Hah ! Aku memang benar_ benar sudah jatuh cinta kepadanya . Senyumannya yang klasik , tatapannya yang layu dan Ah . . . Bagaimana caranya untukku menghilangkan rasa yang aneh ini ? Apakah dia tahu ? Apakah dia rasa ? Ah . . . Aku keluar dari kamar mencoba untuk mencari kesibukan agar aku tidak kelamaan memikirkan tentangnya . Aku melihat ayah yang sedang membereskan sekumpulan kertas kantornya diruang tengah .
" Ayah " . Aku berjalan mendekatinya yang sedang duduk disofa .
" Ada apa sayang ? " . Ayah memasukan semua kertas kantornya ke tas kerjanya .
" Ayah sibuk tidak ? " . Aku duduk didepan ayah .
" Tidak . . . Ayah sudah selesai , emang ada apa ? " . Ayah merapikan posisi tasnya .
" Aku hanya ingin bertanya , boleh ? " . Aku tersenyum ringan .
" Boleh ? " . Ayah menjawab yakin .
" Ehhhh . . . Begini ayah , Ehhh . . . Aku cantik tidak ? " . Pertanyaan konyol yang spontan membuat ayah tertawa , aku hanya menyengir malu .
" Hahahaha . . . Kenapa kamu bertanya seperti itu ? Tumben , ada apa ? " . Ayah mengusap rambutku .
" Haha tidak ayah . . . Cuma ingin bertanya " . Aku tertawa malu dihadapan ayah .
" Begini , anak ayah ini cantik sedari dulu " . Ayah mengusap rambutku lagi .
" Ehhhhh . . . " . Ayah memotong pembicaraanku .
" Ada apa sayang ? Bicara saja jangan takut " . Ayah menurunkan tangannya dari rambutku dan memasang wajah serius .
" Besok ayah ada waktu untuk melihat senja ? " . Aku bertanya kepada ayah dan ayah diam berpikir .
" Ehmmm tidak ada besok ayah harus lembur , lusa mungkin ayah bisa " . Jawab ayah ragu seperti ada yang disesalinya .
" Lusa ! OKeh lusa iyah yah . . . Ayah harus janji " . Aku tersenyum penuh harapan .
" Janji . . . Emang ada apa sayang ? " . Ayah menyentuh hidungku .
" Hmmm gimana iyah ? Ehhhh aku ingin mengenalkan ayah kepada teman baruku . . . Kumbang " . Jawabku pelan aku takut ayah marah , karena baru akan mengenalkannya .
" Kumbang ? Dia laki_laki ? " . Ayah bertanya serius lagi .
" Iyah ayah , bolehkan aku berteman dengannya ? Dia baik ayah " . Aku masih sama . . . Takut ayah marah .
" Boleh , yang terpenting kamu suka kepadanya " . Ayah mengusap lembut rambutku lagi .
" Benar ? Ayah tidak marah ? " . Aku tertawa penuh riang . . . . Ayah mengangguk dan tersenyum .
" Kamu mencintainya ? " . Dia bertanya serius lagi . . . . Dan menurunkan tangannya dari rambutku .
" Apaan sih ayah ? Aku hanya temannya tidak lebih " jawabku kesal . . . Dan berdiri lalu melangkah menuju kamar untuk menyambut mimpi yang sudah menunggu pagi .
" Hahaha . . . " . Ayah tertawa melihatku .
Dan ayah , dia seperti tahu apa yang aku rasakan . . . Sekarang aku rasa aku memang mencintainya dan ayah mengetahui hal itu terhadapku . Laki_laki berwajah oval , tatapannya yang teduh penuh dengan kasih sayang . Yang membuat siapa pun merasa nyaman jika berada didekat ayah . Perasaan aneh itu muncul dengan sendirinya tanpa aku harus meminta . Rasa yang selama ini aku cari . . . Kini telah datang untuk menyambutku mendalami jalannya kisah yang belum pernah aku perankan didalamnya . . . . Dan aku berkata dalam hati . . . Kisahnya akan aku mulai dari saat ini ! .
Kamis, 07 Januari 2016
Senja
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar